3 Mei 2012

pendidikan untuk anak Indonesia tercinta

"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial......."


saya buka tulisan ini dengan sebuah penggalan kalimat yang saya ambil dari Pembukaan UUD'45 pada paragraf ke-4. jika kita lihat disitu ada  yang sengaja saya tebali dalam penulisannya yaitu "memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa". saya rasa bagi teman-teman yang memebaca juga mengerti dan memahami kenapa kalimat tersebut saya tebali. 

pendidikan adalah sebuah hal sangat mutlak dan sangat berpengaruh terhadap sendi-sendi moral dan kemajuan dari suatu bangsa dan negara. ketika pendidikan dalam sebuah negara mengalami kemajuan yang cukup pesat dan stabil, amaka akan berbanding lurus dengan kemajuan pemikiran dan kesejahteraan dari negara tersebuut. begitu juga dalam hal masalah pekerjaan ketika setiap penduduk dalam negara tersebut dibekali dengan sebuah ketrampilan akan suatu bidang dan bagaimana cara mengimprovisasi bidang tersebut saya rasa masalah dalam hal lapang kerja dapat teratasi. masalahnya sekarang adalah tidak semua sekolah menerapkan pembekalan ketrampilan akan suatu bidang. jika kita lihat disini maka pembekalan iti hanya terkhususkan untuk anak-anak SMK, entah hal ini didasari oleh unsur huruf K yang terselip disitu untuk mewakili kata Kejuruan atau mungkin ada alsan yang lain. namun bagi saya itu merupakan sebuah pendiskriminasian dalam bidang pendidikan, kalo SMK dan SMA di anggap sederajat dan sama rata seharusnya kedua jenjang sekolah tersebut sama-sama memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengarahan dlam bidang usaha ketrampilan tertentu. agar ketika siswa lulus dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, tanpa harus berakhir menjadi PENGACARA (Pengangguran banyak acara) tanpa pekerjaan yang pasti yang nati akan berakibat pada tingkat kriminalitas yang meningkat.

Negara Indonesia yang tercinta ini kalo menurut saya harus kembali menilik mengenai kualitas pendidikan yang ada. pejabat besar hanya menilik sekolah-sekolah yang berada dalam lingkup kota. sekali lagi bapak ibuk yang terhormat, yang duduk di kursi dewan agung, tolong pak, buk itu banyak sekolah di pelosok yang kondisinya sngat menghawatirkan. apakah ini generasi muda yang akan kita banggakan. apakah saya memandang sebelah mata kepada meraka, tidak bung. tak sedikit tunas muda yang berprestasi bermunculan ari sekolah-sekolah kumuh dan hampir roboh itu. namun yang saya sesalkan adlah mengenai perhatian pemerintah dalam hal bangunan sekolah dan perlengkapan belajar mengajar. apa mungkin kita akan belajar dengan nyaman jika setiap hari kita belajar di ruangan yang bisa ambruk kapan saja, atau kita belajar di luar kelas hanya beralaskan tikar dan tanah. pak, buk, mereka itu anak bangsa, mereka adalah penerus bapak ibuk sekalian untuk duduk di kursi dewan yang terhormat. tolonglah perhatian terhadap mereka bisa ditingkatkan, agar menjadi baik kualitas pendidikan kita ini.

setiap tahun kita selalu memperingati hari pendidikan ini dengan upacara-upacara yang hikmat dan perenungan serta banyak janji yang telah dibuat. hal tersebuat selalu berulang setiap tahunnya, namun kenapa masih ada juga data-data sekolah yang rusak ditampilkan dan terpampang di televisi. seharusnya para pembuat janji itu malu, karena apa yang mereka janjikan tak kunjung dapat dicapai. jika keadaan pendidikan kita terus seperti ini maka kemajuan negara ini pun juga akan semakin lambat. apalagi negara kita akan memasuki pasar bebas, semakin beratlah standard mutu yang akan di pajang di perusahaan-perusahaan itu. dan semua itu akan berpengaruh langsung terhadap tingkat pengangguran. 

berbahagialah para generasi muda yang kini dapat merasakan kemegahan dan kelengkapan peralatan pendidikan kalian ini. ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk memajukan negara ini, tapi kita jangan melupakan saudara-saudara kita yang masih belajar dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. berbagilah ilmu dengan mereka. ilmu ini tak akan bisa kita kembangkan jika kita tak beriteraksi dengan orang lain. ilmu ini tiada guna jika kita hanya memanfaatkan untuk diri kita sendiri.

moment HARDIKNAS sangatlah penting bagi kita untuk kembali merenungi, tentang hasil dan keadaan pendidikan bangsa ini. moment yang tak boleh kita hilangkan dalam kehidupan sehari-hari yang kita lalui. mari kita kembali untuk bangun pendidikan ini agar dapat benar-benar bermanfaat bagi negara kita tercinta ini..

mimpi kami mengarungi jutaan bintang..
terselip dalam merahnya mega senja.
terbit bersama terangnya mentari pagi.
dan bila kami terlelap dalam selimut malam..
maka mimpi kami terjaga dalam belaian sang waktu

 wajah pendidikan ini
yang tersembunyi dalam pekatnya kabut hitam
 


1 komentar:

  1. betul, harus bersyukur dengan fasilitas yang kita dapetin skrng..
    Oia, kalo mau bantuin mereka2 yang ingin bersekolah tp nyangkut di urusan finansialnya, skrng ada coin a change loh, kita bisa bantu lewat ngumpulin koin buat mereka :D

    BalasHapus