7 Mei 2012

Dian tenang


menari dalam haribaan malam
menanti fajar tanpa kepastian
karna surya lama terdiam
sedang rembulan kian menghitam

sirih lirih terhempas angin
berbincang keladi dibasahi embun
kabut mengiring diam bersama dian malam

anak manusia tertidur lelap
nikmati hangat dada sang ibu
entah apa isi dalam mimpi
hanya senyum tenang terukir dalam wajah

pagi kian menjelang
tinggalkan malam penuh janji
penghujung mimpi kian mendekat
berikan kenikmatan dalam hidup tua ini

indah hidup tiada pasti
hanya meraba
hanya menebak
dimana hitam dimana putih
tersembunyi dalam hati siapa tau

tiada lagi cerita kawan
yang bersenandung mengiring fajar

dian tenang hilang lenyap
terdiam d balik jati putih
menanti diam tanpa batasan
menunggu dunia hidup kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar