25 Jun 2012

perempuanku..

senja kian menjauh
tinggalkan kabut-kabut tipis berarak maju
sepi dan dingin kian buatku membeku
dalam kebimbangan yang berujung sendu

sekarang aku tau
apa yang kau simpan dalam hatimu
bukan cinta maupun rindu
hanya sebatas angin lalu

perempuanku..
dulu tutur kata manis buatku terpaku
rayuan indah pujaan dewi bestari
kini sendu dan dan pilu berjung mati
karena luka yang tiada terobati

peremuanku.
tangismu dulu buatku berduka
hapuskan air mata dengan penuh cinta
kini kau bersedih tiada aku iba
melihat dirimu aku enggan

rindu yang dulu kupuja
kini telah hilang kemana
sisakan perih dan pedih menyiksa sukma

dulu kau perempuanku..
dimana kupuja selalu dirimu..
bertahta dalam hati yang selalu untukmu

kini pergilah kau dari hidupku
melihatmu dirimu pun aku enggan

dinda.
tiada kata yang akan ku ucap untukmu
bukan kecupan maupun pelukan..
 hanya harapan yang aku ucapkan
ada mentari menantimu disana..

5 komentar:

  1. dinda.
    tiada kata yang akan ku ucap untukmu
    bukan kecupan maupun pelukan..
    hanya harapan yang aku ucapkan
    ada mentari menantimu disana..

    Oom, agak rancu deh disini. Di baris kedua bilangnya "tiada kata yang akan ku ucap untukmu", tapi dibaris keempat dikatakan "hanya harapan yang aku ucapkan". Apa bedanya? Hehe. Saranku, mungkin bisa diganti menjadi "hanya harap yang bisa kugantung, ada mentari menyongsongmu -- menghangatkan, disana" :D

    Anw, ini latar suasananya dua, ya? Senja sama terik?

    BalasHapus
  2. uhuy masih soal asmara dan isi hati...
    masih ada kelebihan kata sama typo bang..
    =D

    BalasHapus
  3. asik asik asik..

    saya juga sedang kasmaran.. :D

    BalasHapus
  4. ini ceritanya perpisahan kan ya???

    BalasHapus