10 Sep 2012

sajak kerinduan


sajak ini kutulis dengan mesra
bersama sejuta doa terangkai dengan cinta
tentang kerinduan abaadi seorang hamba
entah dimana kan ku sandarkan perahu rindu pada dirinya

hati terdiam dan membisu
terdiam dalam pelukan dingin malam tanpa dirimu
terbenam rindu terkubur dalam sanubari

rengkahan hati menjerit dalam malam
saat malam mulai perlahan bentangakn layar kelam
saat rindu perlahan hampiri jiwa
dimana batas waktu terputus dalam hening malam
dimana perindu hanya terdiam dalam kebisuan

Aku terdiam dan menatap hari
menunggu tanpa tujuan dan kepastian
kapan kita kan bersua
kembali bercumbu dalam tepi malam

ada rindu tertanam dalam sanubari
rindu tanpa tepi dan tanpa peraduan
kutanya rembulan mati
kutantang mentari bisu
dan bintang hanya mengerling manja menggoda
ketika kutannya tentang rindu

dimana kan kulahbuhkan bahtera rindu ini
jika tiada dermaga kudapat
laksana mayat aku terdiam dalam kebisuan
nanti jika tiada waktu kan berulang
maka aku hanya perindu yang menghina rindu
tanpa tahu dermaga rindu sandaran jiwaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar