12 Agu 2012

Sebuah surat cinta yang romantis seorang penulis


Menulis adalah sebuah hal yang tidak begitu sulit untuk dilakukan, setiap orang akan begitu mudah untuk menulis pada selembar kertas atau yang paling modern adalah menulis SMS. Sekarang menulis tidak lagi terpaku pada kertas atau lebih jauh lagi yaitu kulit kayu, atau daun lontar. Kini seiring dengan perkembangan zaman menulis dapat dilakukan dalam media elektronik dengan bantuan beberapa software, atau yang lebih mudah lagi adalah menulis di HandPhone (HP) berupa sms pendek. Karena perkembangan zaman itu juga kita bisa berkreasi dengan bentuk tulisan yang kita inginkan dengan mudah dan cepat. Berterima kasilah kepada para manusia-manusia pintar dan jenius yang menemukan hal-hal tersebut.


Pernah kah kalian mendengar sebuah lagu yang kalian suka atau paling tidak musik instrumental. Menurut pendapat saya pribadi musik juga merupakan sebuah tulisan yang paling ajaib. Setiap lagu atau aransemen musik yang kita dengarkan itu akan sangat membekas dalam ingatan. Disinilah keajaiban dari sebuah lagu, karena media yang digunakan untuk menulis bukan hanya pada sebuah kertas, namun dia telah mendapatkan media yang mendekati sempurna yaitu perasaan. Ya, ya, perasaan adalah sebuah media tulis yang sangat sulit dihapus. Alat yang digunakan penulis lagu bukannya hanya sebuah pena, namun mereka mengunakan alat lain yaitu setiap tangga nada yang mengalun adalah alat tulis kedua yang digunakan oleh sang penulis lagu. Maka jangan heran jika ada lagu yang dianggap sangat melegenda, hal ini karena sang penulis benar-benar bisa menulis dan menuangkan setiap perasaan yang dia miliki kedalam lagu, untuk kemudian dia pindahkan melalui alunan lagu kedalam perasaan kita.

Menulis adalah sebuah perjuangan yang tak mudah. Sebuah perjuangan yang dapat kita sejajarkan dengan perjuangan dalam menggapai kemerdekaan setiap negara. Perjuangan dalam menulis telah dimulai sejak kita mencari sebuah ide. Dalam pencarian ide inilah sebuah perjuangan sejatinya dimulai. Perjuangan dalam memeras setiap pola pikir yang kita inginkan, perjuangan dalam menggambarkan perasaan yang akan kita curahkan. Disini kita seperti memeras otak hingga kering, memaksa setiap sel-sel dalam otak bekerja melampui batas normal yang bisa kita pakai. Tak jarang kita juga akan menemui jalan buntu atau ide yang kita inginkan ternyata sangat sulit untuk kita wujudkan dalam sebuah tulisan. Kejadian ini akan sering dirasakan oleh orang-yang sering menulis baik itu berita, lagu, puisi, prosa, lakon, novel ataupun cerpen dll.

Saya hanyalah seorang pembaca setiap hasil karya yang terbentuk dari pemikiran para pejuang tersebut. Sebagaimana porsi dari pembaca adalah untuk menilai dan menimati setiap karya yang telah ada, meskipun terkadang kita hanya menilai tulisan tersebut dari sampul belaka ketika sampul terlihat bagus maka kita baru mau mendekat dan menyentuhnya. Soal urusan dibaca atau tidak itu urusan antara anda dengan hati anda sendiri. Fenomena ini seharusnya dapat mematahkan pepatah yang biasa kita gunakan “ jangan menilai buku hanya dari sampulnya”. Ternyata sampul itu sangat mempengaruhi dari sebuah buku, baik buku hidup maupun buku mati. Sebuah karya tulis merupakan manifestasi dari jiwa sang penulis itu sendiri. Sang menulis akan merelakan sebagian jiwa yang dia miliki untuk menjadi milik publik. Kepuasan kita sebagai pembaca saat membaca setiap karya tersebut akan menjadi sebuah bayaran yang melebihi harga sebuah buku tersebut.

Saya sendiri belajar ini semua dari setiap bagian jiwa para penulis dari buku-buku yang saya beli dari setiap toko buku yang ada mulai dari emperan sampai toko buku elit di mall-mall dewasa ini. Setiap jenis buku pernah saya baca, baik puisi, prosa, novel, cerpen, lakon. Dan semua itu adalah para pengarang terkenal seperti Putu Wijaya, Sudjiwo Tedjo, Sitok Srengenge. Chairil anwar. Gemi Mohawk, Hanna Fransisca,  Taufik wijaya, Sutikno W.S dll. Dari setiap penulis tersebut saya dapat merasakan emosi, ideologi, filsafat, dan masih banyak lagi yang dapat kita peroleh  yang merupakan jiwa dari pengarang buku tersebut. Setiap pengarang akan memiliki gaya bahasa berbeda yang merupakan ciri tulisn mereka, selain sebagai ciri tulisan sejatinya gaya bahsa ini juga dapat menjelaskan seperti apa pola pikir dari sang penulis tersebut. Meskipun kita tidak bisa langsung menentukannya jika kita hanya membaca satu karyanya saja, karena terkadang kita bisa melakukan kesalahan. Oleh sebab itu. Penjelasan watak penulis oleh pembaca sebaiknya dengan membaca beberapa karya tulis yang mereka miliki. Namun , terkadang ada juga penulis yang bertolak belakang dengan gaya penulisan yang sering dia gunakan dalam setiap karyanya.

Sebuah tulisan yang bagus menurutku bukan hanya dari tata bahasa dan intonasi yang baik semata. Menurut pribadi diri saya sendiri tulisan atau karya yang bagus adalah ketika tulisan itu bisa bicara kepada kita. Berbicara kedalam hati kita dan perasaan yang kita miliki dan saklek (jawa).  Tulisan yang bagus dapat saya ibaratkan sebuah surat cinta. Kenapa surat cinta ?. Karena surat cinta adalah bentuk sempurna dari isi hati seseorang untuk orang lain. Tanpa harus ada orang yang menulis surat tersebut untuk menjelaskan disitu, namun sang penerima benar-benar bisa merasakan perasaan sang penulis surat tersebut. Tanpa dia sadari dia akan memberikan respon pada tulisan tersebut baik itu berupa tawa, tangisan, senyuman, atau bahkan penyesalan. Terkadang ekspresi tersebut akan serupa dengan ekspresi sang penulis ketika menulis surat tersebut. Inilah alasan kenapa saya menganalogikan tulisan yang bagus menurut saya dengan sebuah surat cinta. Jika surat cinta yang terkadang hanya beberapa bait paragraf saja bisa mempengaruhi perasaan orang lain, lalu bagaimana dengan karya tulis yang terkadang terdiri dari beberapa halaman. Bayangkan berapa ekspresi yang akan timbul dari sang pembaca.

Percaya atau tidak bahkan saya saja yang masih amatir dalam dunia tulis menulis masih masih menemui banyak rintangan. Bahkan  untuk menulis tulisan ini pun saya masih  mengalami kesulitan dalam pencarian ide. Pencarian kata yang cocok dengan apa yang saya inginkan. Kata-kata yang dapat membuat tulisan ini menjadi sebuah tulisan yang pantas untu dibaca. Meskipun masih dalam taraf kelas pemula bagi saya untuk menulis. Jika anda tak percaya betapa susahnya menulis sebuah tulisan silahkan anda coba menulis sendiri. Sebuah tulisan sederhana yang saya yakin anak SD pun bisa yaitu sepucuk surat. Sebuah surat yang bisa anda tujukan kepada siapa saja dengan berbagai perasaan yang inigin anda sampaikan, dan coba anda lihat berapa lama akan anda selesaikan.

Banyak orang yang beranggapan tulisan yang paling gampang adalah tulisan amarah kepada orang lain. Hal ini karena mereka yakin bahwa tulisan itu hanya akan berisi umpatan dan kata-kata kotor lainya, atau terkadang hanya terdiri dari satu kata saja. Namun, jangan salah lho dalam menulis surat yang penuh amarah sekalipun kita masih memilih kata umpatan apa yang akan kita gunakan agar sesuai dengan perasaan kita dan sang pembaca benar-benar dapat merasakan amarah yang kita rasakan.

Melihat banyaknya hal yang tersembunyi dari setiap kata dari para penulis yang di tuliskan dalam karyanya, marilah kita baca karya tersebut dengan cara seromantis mungkin. Karena setiap karya tulis dari para penulis adalah sebuah surat cinta untuk para pembaca yang ditulis dengan sepenuh jiwa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar