2 Jan 2016

Sepucuk surat ku padamu

Untuk Kamu.


Sebelum aku berkata panjang maupun lebar lebih baik aku memperkenalkan diriku dahulu kepada dirimu. Aku hanya seorang lelaki biasa yang mungkin sangat terlalu biasa diantara orang-orang biasa ini. Aku juga mungkin seorang yang aneh atau bahkan lebih aneh lagi, karena aku menulis surat ini untuk mu. Kamu jangan dulu berpikiran aneh, aku menyebut hal ini aneh karena ada alasannya. Aku tak pernah mengenalmu atau bahkan tau siapa nama dan dirimu, Namun aku masih juga menulis surat ini untukmu. Aneh bukan ?, karena tanpa keanehan ini aku tak mungkin bisa berani untuk menulis surat ini untuk dirimu.
Seperti yang aku bilang tadi bahwa aku tak pernah tau siapa dirimu atau sedang apa kamu saat ini. Aku juga tak pernah tau siapa nama mu, namun hal itu bukan lah sebuah hal yang penting bagiku. Hal yang terpenting saat aku menulis surat ini adalah aku tahu bahwa surat ini untuk dirimu. Saat aku menulis surat ini aku juga membayang kan bagaimana ekspresi dirimu saat membaca surat dariku. Aku sangat yakin bahwa kau akan mengrenyitkan dahimu dan berpikir bahwa orang yang menulis surat ini aneh. Kenal juga tidak tapi berani menulis surat seperti ini padamu. Seandainya kau berpikir seperti itu maka aku meminta maaf sebelumnya, karena sudah lancang mengirim surat ini padamu. Aku tak memaksa dirimu untuk membaca surat dari ku, bahkan aku juga tak pernah mengharapkan sebuah balasan darimu. Namun satu hal yang pasti bahwa aku akan selalu mengirimkan surat ini untuk dirimu.
Aku juga memikirkan apakah kau membaca surat ini sembari tiduran dikasur mu yang begitu empuk. Mungkin juga kau sedang duduk manis dimeja mu sembari mengerjakan berbagai hal yang berhubungan dengan hidup mu. Barangkali kau baru pulang dari rutinitas mu yang mungkin sangat menyibuk kan dirimu. Mungkin kah kau sedang duduk santai di kursi favorit mu, sembari menikmati secangkir teh atau kopi hangat. Bisa juga kau membaca surat ini sembari  berdiri di depan lemari baju, karena kau sedang bingung memilih baju mana yang akan kau kenakan. Atau, barang kali baru saja selesai mandi ketika membaca surat ini, dengan rambut basah  yang meneteskan tetesan-tetesan air ke atas surat ini. Semoga saja tulisan-tulisan ini tidah luntur terkena tetesan air itu. Namun aku minta padamu, jangan kau membaca surat ini sembari berkaca. Sebab aku sangat kasian pada sang kaca, aku takut ia akan merasa malu menatap parasmu dengan senyuman dan pandangan mata mu itu.
Surat ini kutulis bersamaan dengan malam yang begitu dingin. semilir angin seakan ingin membangkitkan rasa kerinduan para kekasih yang tengah sendiri. Atau pada seorang lelaki yang sedang bingung harus berkata apa untuk menuliskan sebuah surat pada seorang wanita yang begitu manis. Aku tak akan pernah menyebut dirimu cantik, karena bagiku kau begitu manis. Manis parasmu lebih melekat pada ingatan ku, daripada cantiknya parasmu. Meskipun aku juga tahu bahwa kau juga cantik. Maaf, sebelumnya aku harus menyalakan sebatang batang rokok ku yang sedari tadi aku letakkan dimeja ku. Aku harap kau tak terganggu denga asap rokok, apakah kau merasa terganggu manis ?
Manis, tau kah dirimu mungkin bukan hanya aku seorang yang saat ini sedang berusaha mendapatkan perhatian dan cinta mu. Tapi jangan menyangka bahwa aku akan menyerah karena hal itu. Entah kenapa aku merasa begitu yakin bahwa aku akan menemukan dirimu, dan kau hanyalah untuk ku tak untuk terbagi dan dibagi. Hahahaha……. aneh bukan ? aku yang belum pernah sekalipun bertemu dengan mu merasa sangat yakin bahwa kau hanya lah milik ku seorang. Jikapun seandainya kau sedang dimiliki orang lain aku percaya bahwa kau akan kembali padaku juga. Aku sangat yakin tentang hal itu manis, karena jalan Tuhan tak pernah salah. Hasek bukan kata-kata ku tadi ?, hahahhahah.
Sepertinya malam kian mendekati akhirnya, tapi sejujurnya aku tak pernah tau kapan kau akan membaca surat ini. Mungkin kau membacanya di awal pagi atau kala senja yang begitu menggoda dengan keindahannya. Sebuah legenda atau lebih tepatnya kepercayaan bahwa waktu senja akan membuat seorang wanita akan terllihat lebih cantik dan lebih menggoda. Namun, aku tak pernah dan belum pernah membuktikan mengenai kepercayaan itu benar atau tidak. Akan tetapi, satu hal yang aku percaya, Bahwa tanpa bantuan langit senja itu pun kau akan tetap terlihat begitu manis dan menggoda dimataku.
Manis, sebentar lagi malam kan menjemput pagi. Rasanya enggan untuk mengakhiri surat ini untukmu. Namun, apalah daya ku raga telah lelah untuk melanjutkan surat ini untuk mu. Akan ku akhiri surat ini disini, Namun kan kutulis sepucuk surat lagi untumu esok hari. Kuharap dirimu tiada bosan untuk membaca setiap pucuk surat dari ku ini. Aku tiada pernah memaksamu untuk membaca setiap surat ku. Telah kuteguhkan hatiku, bahwa aku pun telah menerima bahwa seandainya engkau tiada membaca setiap pucuk surat dari ku ini. Namun, tenang saja tiada sedikitpun itu kan melukai hatiku, karena aku yakin Jalan Tuhan tiada pernah salah manis.
Aku pun sekarang bingung harus mengucapkan kalimat apa pada akhir surat ku ini. haruskah kuucap selamat malam, sedang aku tak tau kapan kan kau baca surat ku ini. Manis, tiada lah kata lain yang akan aku ucap untuk dirimu kali ini, sebagai penghabisan surat ku ini untukmu. Tiada kata habis dalam kerinduan ku untukmu, kerinduanku padamu akan selalu menyertaimu.

2 komentar:

  1. Hai, kamu yang di sana.


    Pagi ini aku terbangun dengan membaca suratmu, maaf tak langsung kubaca sebab aku sudah terlambat untuk ke kantor.
    Iya? di saat sebagian orang menikmati cuti atau liburan Tahun Baru, aku harus berangkat ke kantor seperti hari-hari biasanya.

    Aku sudah di kantor saat mulai membuka suratmu, kubaca di antara berkas-berkas kerjaan sambil menikmati secangkir kopi hangat.

    Oh, iya aku tidak terganggu dengan kepulan asap rokok yang keluar dari mulutmu dan menyisakannya pada surat yang kau kirim.

    Terima kasih atas surat yang kau kirim, aku hanya berharap jangan pernah menyerah dan segala sesuatu yang baik akan datang tanpa terduga padamu, padaku, pada kita semua. Karena Tuhan mempunyai caranya sendiri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

    Aku harus kembali kepada pekerjaanku karena Sabtu siang adalah hari yang singkat namun entah mengapa Sabtu menjelang malam merupakan hari yang panjang.

    Sekian surat balasanku untukmu.



    Dari
    -Eva-

    BalasHapus
  2. mungkin memang bukan cuma dikau yang berusaha mendapatkan perhatiannya, tapi jangan pernah berputus asa. kejar terus.. hajar!

    BalasHapus