3 Mar 2018

Senja beku


senja ini masih sama
langitnya pun masih begitu saja
arak-arakan awan itu masih sama pula
semburat lembayung itu masih juga tak berbeda
semuanya masih sama,

begitu juga dengan waktu ini
detik yang berganti
menit yang terlewati
jam yang terlampaui
hari yang berjalan pergi
semuanya tak jauh beda

tapi, tapi bagiku tak sama
senja itu begitu sepi
hari itu begitu sunyi
semburat lembayung tak lagi sama
tak ada kecerian,
tak ada keriangan,
yang ada hanya dingin

wangi melati tak lagi menggairahkan
fajar pagi tak lagi menyenangkan
yang ada hanya kesenyapan

mirah ku bisu
mirah ku beku
mirah ku,
mirah ku tenggelam bersama senja.

26 Feb 2018

Sepi


Inilah sepi tempat semua bermula
Inilah sepi dimana kita berjumpa
Inilah sepi dimana kita sama tercipta

Aku, kamu, kita mencipta sepi
Aku, kamu, kita beranak dalam sepi
Aku, kamu, kita sama tak tahan sepi
Hingga sepi memuncak
Akhirnya kita bersatu dalam sepi
Sama menghilangkan sepi sendiri-sendiri

Jangan hujat sepi
Karna sepi kita berjumpa
Karna sepi kita bersatu
Dalam sepi kita beradu
Dalam sepi kita bercumbu

Mari kita sama berjalan
Mengiring sepi menuju sepi
Dimana semua bermula dan berakhir
Inilah sepi,
Aku kamu masih bersama

20 Nov 2016

Rembulan bercerita

Biarkan Bulan bicara
tentang duka
tentang luka
serta, tentang rindu yang tak pernah ada

biarkan bulan mengigau
bercerita tentang kisah pilu
romansa sendu
dan kekasih yang tiada pernah jadi satu

dan rembulan menangis
ratapi kisah-kisah miris
cerita cinta tragis
tertikam asmara yang manis

rembulan bisu
andalan bujuk rayu
raba,
peluk
cium nafsu.

kisahmu sendiri terasa pilu,
saksi bisu cerita asmara palsu
sajian bius rayu,
sungguh malang nasib mu

rembulan murung mengurung diri
dibalik mendung yang terasa sepi
seperti kekasih yang ditinggal pergi

21 Apr 2016

aku menyerah pada sepasang matamu

sepasang mata menatap ku tajam
aku hanya terpaku terdiam
menelisik dari balik bayang-bayang
hingga hilang dalam keremangan

ia perlahan menari
dalam alunan nada sunyi
dalam gerak yang begitu sepi

aku luruh
menyerah dalam ketiadaan yang begitu memburu

jari lentik bergerak seirama
ia menyatu dalam sepi
sunyi meyerap dalam matanya
kutemukan Ilahi di pandang matanya

Tuhan ku turun
menjelma dalam sepasang matanya
menyusup dalam gerak tarinya

sunyi nan sepi
ia hanya sendiri
namun jiwa bersorak mengikuti

aku tenggelam
hilang lenyap
menyerah dalam ketiadaan
kembali dalam keheningan

aku menyerah pada sepasang matamu
adinda.

8 Apr 2016

karena kita bukan anak ayam dalam kandang

dan bicaralah
dan bersuaralah
teriak lantang
tentang ironi terbentang

apa guna mulut jika hanya diam
bisu tanpa suara
tenggelam dalam malam-malam kelam
terseret dalam mimpi-mimpi semu belaka

teriakan lantang
rajam
hentak
robohkan dinding-dinding usang

kita bukan anak ayam dalam kandang
bebas kan, dan bebas lah
teriak lantang
tentang ironi membentang

karena kita bukan anak ayam dalam kandang