bibir merekah dalam purnama
lirih melodi mengalun jiwa
tentang rindu orang disana
ingatan lama yang perlahan mengusik rasa
desah nafas dalam sepi
harum tubuh dalam mimpi
lirih memanggil hati
terselip dalam desir angin malam ini
alam bernyanyi dalam sepi
hati bersenandung dalam mimpi
tentang apa yang tertanam dalam jiwa
tentang rindu untuk orang disana
hati bersenandung dalam lirih melodi yang perlahan pergi
mendekap mimpimu dalam sepi
menatapmu menari dalam hati
untuk kembali tenggelam dalam angan-angan mimpi
senandung melodi rindu
malam ini kunyanyikan untukmu
pengantar tidurmu malam ini
dan tenggelam lah dalam mimpi-mimpi
yang berujung pada rindu hati
19 Jan 2016
3 Jan 2016
2 Jan 2016
30 Des 2015
Kembali ke Pangkuan Pertiwi
O,bangkitlah
kalian yang goyah
O,bangkitlah
Bangkitlah
kalian dari mimpi
dari segala
angan sunyi
langkahkan
gontai kaki
tapak
perlahan bumi pertiwi
sibak segala
sepi
segala kabut
sunyi
telisik
derai rambut sang dewi
teriring
desir angin samudra abadi
nyiur
melambai memanggil kita kembali
dalam
hamparan sawah yang merindu pagi
dalam lebat
belantara yang memeluk dalam sepi
dalam biru
lautan raya tiada tepi
langkah kan
kaki mu kembali
dalam dekap
pelukan pertiwi
tidurkan
ragamu dalam pangkuan
mimpilah
bersama kidung senyuman
kembali lah
dalam pelukan pertiwi
lama sudah
kita pergi darinya
bersama raga
dan jiwa
jangan biarkan Ibu sepi sendiri dalam sunyi
28 Agu 2015
masih kah Jakarta bermimpi
masih kah ada mimpi di jakarta
yang kita tunggu setiap malam
ditengah wajah-wajah muram
masih adakah mimpi di jakarta
mungkin aku salah berkata
masih bisakah kita bermimpi di jakarta
dimana raga bukan lagi jadi milik kita
malam hanya sebuah pemberhentian semantara
sedang tidur dan bermimpi adalah barang berharga
masih adakah mimpi-mimpi yang tersisa
kala surya pagi meyapa
selain bau asap jalanan
dan raungan sejuta klakson kemacetan
masihkah jakarta bermimpi
masihkah ada mimpi di jakarta
masihkah kita memimpikan jakarta
sejuta kesadaran yang tertampung
sejuta raga yang saling mengepung
jakarta bukan milik jakarta
jakarta milik sejuta jiwa
jakarta tiada kan pernah terlelap
meski malam terasa begitu gelap
jakarta dengan sejuta jiwa
tak sanggup lagi utuk berkata
bahkan untuk sekedar menutup mata
lalu, kapan jakarta kan bermimpi
mungkinkah mimpi tiada di jakarta
atau jakarta yaang tiada pernah bermimpi
tidurlah, malam sudah terlalu kelam
yang kita tunggu setiap malam
ditengah wajah-wajah muram
masih adakah mimpi di jakarta
mungkin aku salah berkata
masih bisakah kita bermimpi di jakarta
dimana raga bukan lagi jadi milik kita
malam hanya sebuah pemberhentian semantara
sedang tidur dan bermimpi adalah barang berharga
masih adakah mimpi-mimpi yang tersisa
kala surya pagi meyapa
selain bau asap jalanan
dan raungan sejuta klakson kemacetan
masihkah jakarta bermimpi
masihkah ada mimpi di jakarta
masihkah kita memimpikan jakarta
sejuta kesadaran yang tertampung
sejuta raga yang saling mengepung
jakarta bukan milik jakarta
jakarta milik sejuta jiwa
jakarta tiada kan pernah terlelap
meski malam terasa begitu gelap
jakarta dengan sejuta jiwa
tak sanggup lagi utuk berkata
bahkan untuk sekedar menutup mata
lalu, kapan jakarta kan bermimpi
mungkinkah mimpi tiada di jakarta
atau jakarta yaang tiada pernah bermimpi
tidurlah, malam sudah terlalu kelam
Langganan:
Postingan (Atom)