2 Agu 2012

Ilalang kembali menari


ilalang kembali menari
diantara semilir angin senja
temaram mentari indah hiasi mega
dibalik kisi-kisi lembayung senja cemara

lirih senandung senja mengalun mesra
mengalir pelan susupkan rindu
membelai dan mencumbu hati yang terdiam

ilalang hanya menari menggoda
menari dalam alunan senandung kerinduan
pada sesuatu yang kini entah berada dimana
sembunyi dan menati terdiam dalam sepi
terbaring di antara mega senja

lekukan indah dalam tarian
siratkan harapan dalam lamunan
untuk mencumbumu sekali lagi
dalam balutan hangat senja ini

dinda..
disini aku menari dalam sepi
senja terkadang terlalu perih untuk ku lalui
aku hanya menari sendiri
sering meraba dalam lamunan
bangkitkan dirimu dalam bayang-bayang

lama waktu hanya menyapa sepi
tinggalkan aku dalam tarian kesepian
bersama rembulan yang makin menghilang
tertelan dalam keheningan malam

tiada lelah aku menunggu
menari dalam kesepian
hilang bersama malam
bangkit bersama mentari
dan mencumbu bayang dalam senja.

31 Jul 2012

Atas nama bila aku bertanya..


Atas nama bila aku bertanya
pada sukma yang terdiam sepi
pada hati yang sendiri menunggu mati
pada manusia-manusia yang berkata suci

Atas nama bila aku bertanya
tentang hati yang penuh dosa
tentang sukma yang terkubur debu
tentang pikiran yang terbakar api

Atas nama bila aku bertanya..

Bila malam tak berembulan
Bila rembulan tiada berbintang
Bila hari tiada bermentari
Bila mendung tanpa hujan
Bila angin enggan berhembus
Bila jagad berhenti berputar
Bila esok pagi tiada terjadi
Bila sukma hilang bersama fajar

Apa yang akan kau panjatkan malam ini ?

23 Jul 2012

persembahan terakhirku..

Malam mulai terlihat hilang
tenggelam dalam sepi dan heningnya dunia
gemerisik daun terdengar lirih isyaratkan kesepian
menari lemah gemulai dalam cumbuan angin malam

satir getir lilin terbuai
diombang ambing angin malam
seakan ingin mencumbunya tanpa henti
malam belum larut dalam kelam
tapi sepi tenggelamkan malam dalam hening

nanar matamu terbayang dalam lamunan
mentap sepi pada diriku
aku yang akan hilang dalam kabut fajar nanti
hilang rupa dan bentuk
sisakan kenangan usang yang akan lapuk

Disini aku berdiri
menatap dan berbicara
bukan dari mulut tapi dari hati
tentang apa yang kini akan aku akhiri

rembulan terdiam dalam peraduan
tersenyum sinis dibalik kelambu awan

kawan,
lama waktu kian berganti
dimana hujan tersusul oleh kering
dimana mekar terganti oleh layu
disana akan ada cerita tentang kita
dimana kita menanantang dunia
dengan tawa dan senyuman

Inilah persembahan terakhirku
kan ku persembahkan penuh tangis dan duka
diamana tawa kian menipis
dimana senyuman kian menghilang.

Inilah persembahan terakhirku.
dengan hati yang penuh sayang dan rindu
disana selalu ada nama dan wajahmu
hingga nanti aku mengnhilang dalam kabut
nama dan wajahmu akan selalu ada disana
menanti dengan sabar untuk bertemu kembali.

malam mulai hilang kawan
tergantikan oleh tetes hujan
sepi dingin menembus sukma
bekukan hati pedihkan luka

terimalah dengan segenap hatimu
jangan berpaling atau menghilang
ini aku persembahkan untukmu
sebatas kata yang berasal dari jiwa.

ini persembahan terakhirku
ingatlah dalam jiwamu
karena jika fajar menyingsing
maka aku akan hilang dan musnah.
bersama kicau kepodang pagi nanti.

21 Jul 2012

percayakan hatimu kawan..


Malam bergetar dalam tangisan
meraung dan menjerit merobek sepi
dimana jiwa terpisah dari kumpulan
melayang sendiri susuri hari

Nanar mata kian berkaca
bening dingin mengalir pelan
tiba-tiba basah rasa pipi ini

Ada sakit akan kehilangan
ada rindu yang akan terus menggebu
pada jiwa yang kini pergi entah kemana
tersesat atau hilang dalam kabut dunia

malam kian menghitam
seiring dingin yang perlahan menusuk kalbu
bersama hembusan nafas yang mulai mengembun

percayakah kalian akan keajaiban
dimana adam bertemu sang hawa
sedangkan mata kita tiada pernah melihat

percayakan hatimu..
dimana kita kan bertemu
dibawah langit malam.
berteman rembulan dan para bintang
kita kan kembali merangkai tawa dan memeluk asa

percayakan hatimu kawan..

19 Jul 2012

Aku mencintaimu..

Aku terpaku terdiam
mencoba menyusun kata yang tiada kudapatkan
memandangmu seakan penuh kesenangan
membutakan hati dan pikiran

Jiwaku seakan membeku dalam pandangan
tapi juga membara dalam lamunan
menatapmu penuh dengan kekaguman
wajah manis penuh cinta

Lama rasa hilang dari dalam jiwa
terbang hilang entah kemana
tapi kini dia kembali bertahta
menggoda hati untuk merasa kembali

Inikah yang mereka sebut dengan cinta
semoga bukan hanya ilusi mimpi semata
karena semua begitu nyata
terbangkan aku dalam angan kasih dunia

Kemanakah aku harus mengadu
tentang rasa hati yang tak tentu
mungkinkah malam mau mendengar
atau dia juga ikut membisu

Rembulan manis di bibir malam
ingin ku kecup mesra merah bibirnya
biar dia tau akan hangat cinta yang kurasa

Ada ragu mengusik dalam hati
akankah dia mau bersanding disisi
atau berpaling dan kemudian pergi
tinggalkan aku dalam ilusi mimpi

Masa bodoh dengan ragu dalam hati
karena kini aku menatap bidadari
berbalut kulit hitam manis
luluhkan hati dan bekukan sanubari

Waktu terasa melambat bagiku
memandangmu tiada jemu
bidadari di depan mataku
siratkan sebuah cinta yang lama kutunggu

Laksana hujan di musim kemarau
kau kembali basahi hati yang lama gersang
tumbuhkan bulir cinta yang lama tertanam
namun terkubur dalam pasir penantian

Tak perlu lagi aku berlama dalam lamuna
pikirkan kata yang tiada kudapat
kini akan aku katakan isi dalam hati
tentang rasaku pada dirimu

Hai bidadari hati
lama aku menanti hadirmu
ceriakan hati yang kian semu
kini terimalah rasa yang tulus dari hati ini
bahwa aku mencintaimu.